Seulas Kisah Aisyah, Selalu Memberi Meski Tak Punya

  • Bagikan
Kedermawanan Aisyah binti Abu Bakar

Uang sebanyak itu pun tidak ia nikmati sedikit pun dan sebelum ia berdiri dari tempat duduknya, seluruh uang telah dibagikan kepada orang-orang miskin.

Keponakannya Urwah bin Zubair menjadi saksi atas kemurahan hatinya dengan berkata, “Aku melihat Aisyah memberikan tujuh puluh ribu dirham sebagai sedekah, sementara ia sendiri mengenakan pakaian penuh tambalan.”

Aisyah tidak mengganti pakaiannya hingga benar-benar usang, karena baginya ada yang lebih penting daripada penampilan, yaitu membantu sesama.

Bagi Aisyah, tidak ada sedekah yang terlalu kecil hingga suatu hari seorang pengemis datang meminta makanan. Aisyah hanya memiliki beberapa butir anggur.

Ia meminta seorang wanita di dekatnya untuk memberikan satu butir kepada pengemis itu. Wanita itu tampak ragu karena merasa pemberian itu terlalu sedikit.

Aisyah kemudian mengingatkan ayat dalam Al-Qur’an surah Az-Zalzalah ayat tujuh, bahwa setiap kebaikan sekecil apa pun akan mendapat balasan dari Allah. Dengan bijak ia berkata, “Tahukah engkau ada berapa banyak atom di dalam sebutir anggur ini?”

Dari kisah hidupnya, Aisyah menunjukkan bahwa kedermawanan tidak diukur dari jumlah harta yang diberikan, melainkan dari keikhlasan hati yang melandasinya. Ia mengajarkan bahwa memberi tidak menunggu mampu, dan menolong tidak menunggu kaya.

  • Bagikan