Sukses Bisa Gagal Total Karena Lupa Diri

  • Bagikan
sukses bisa gagal total karena lupa diri

LENSAKINI – Robert Greenberg bukanlah pengusaha yang lahir dari ruang rapat melainkan memulai langkahnya dari dunia kecantikan sebagai penata rambut dan penjual wig.

Dari sana ia memahami satu hal penting, bahwa perempuan selalu mencari cara mengekspresikan diri melalui mode. Pemahaman itu kelak menjadi kunci kesuksesannya di dunia sepatu.

Semua berawal dari bisnis kecil penyewaan sepatu roda di kawasan Venice Beach California. Naluri bisnis Greenberg tajam dan Ia mulai menjual tali sepatu bertema film E.T. dan menjadikannya tren di kalangan remaja.

Dari situ lahirlah ide untuk mendirikan toko pakaian wanita bernama L.A. Gear yang kemudian berkembang pesat menjadi merek sepatu ternama.

Bagi Greenberg, inovasi memang penting, tetapi gaya harus tetap menjadi jiwa dari setiap produk. Ia melihat peluang besar ketika menyadari bahwa banyak perempuan mengenakan sepatu basket milik pria karena tidak ada desain khusus untuk mereka.

Greenberg pun berani menciptakan sepatu dengan warna cerah dan desain berani. Hasilnya luar biasa. Kampanye Gaya Hidup Los Angeles yang diluncurkan pada tahun 1984 membuat penjualan L.A. Gear melonjak dari 11 juta dolar menjadi lebih dari 800 juta dolar hanya dalam empat tahun.

Keberhasilan itu menempatkan L.A. Gear di puncak kejayaan. Sepatu mereka dijual di toko mewah seperti Macy’s dan Nordstrom. Merek ini menjadi simbol gaya hidup glamor dan modern. Namun ketika kesuksesan datang, godaan untuk melenceng dari arah semula juga muncul.

Demi memperluas pasar, Greenberg mulai menjual kelebihan stok melalui toko diskon. Keputusan ini membuat citra eksklusif L.A. Gear mulai luntur.

  • Bagikan