Dalam buku tersebut juga diperkenalkan konsep Microsteps, langkah-langkah kecil berbasis sains yang terlalu kecil untuk gagal. Perubahan besar sering kali lahir dari kebiasaan kecil yang konsisten.
BJ Fogg, direktur Behavior Design Lab di Universitas Stanford, menyebut kebiasaan kecil sebagai cara membangun otot kemauan. Ia percaya satu keberhasilan kecil mampu menumbuhkan kekuatan untuk perubahan yang lebih besar.
Dari mematikan notifikasi sebelum tidur, minum air putih begitu bangun, hingga meluangkan waktu lima belas menit tanpa ponsel setiap hari, kebiasaan kecil ini sederhana namun bisa menjadi pondasi keseimbangan hidup di tengah hiruk-pikuk digital.
Pesan yang disampaikan Fogg dan buku Your Time to Thrive terasa relevan dengan zaman ini. Banyak orang berlari mengejar algoritma, mencari validasi digital, dan menumpuk stres yang tak disadari.
Burnout kemudian dianggap harga wajar untuk sukses. Padahal waktu henti bukan bentuk kelemahan, melainkan tanggung jawab terhadap diri sendiri.
Tanpa pemulihan, tubuh dan pikiran akan memaksa kita berhenti dengan cara yang lebih menyakitkan. Lebih bijak berhenti sejenak sebelum benar-benar kehabisan tenaga.













