TAPANULI SELATAN-Jenazah korban banjir bandang di Puskesmas Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara (Sumut), mulai membusuk.
Aromo tak sedap langsung tercium ketika LENSAKINI.id menuju ruangan alat di Puskemas Batang Toru yang dijadikan sebagai penyimpanan jenazah korban banjir bandang di Kecamatan Batang Toru.
Di dalam ruangan, terlihat 9 jenazah tanpa kantong mayat diletakkan di lantai. Diantara sembilan korban tewas terdapat jenazah salah seorang anak. Jarak antara ruangan RTGD (tempat rawat inap korban luka-luka) dengan tempat penyimpanan mayat hanya beberapa meter, sehingga, bau yang bersumber mayat langsung tercium.
Warga yang datang berkunjung ruangan mayat terpaksa harus menutup hidung dengan menggunakan masker, karena aroma yang dikeluarkan mayat sudah membusuk.
Kondisi tersebut terjadi karena pihak keluarga belum menjemput mayat. Bahkan, sebagian anggota keluarga bingung mencari air untuk memandikan jenazah.
“Kalau tak ada air, pakai air galon saja,”ujar sejumlah warga yang berniat mengambil jenazah di Puskesmas Batang Toru.
Dari keterangan sejumlah warga, sejak bencana alam itu terjadi, masyarakat mulai sulit untuk mendapatkan air.”Kalau mengambil air dari sungai tak mungkin, listrik padam.
Terpisah, Camat Batang Toru Martin mengatakan, sejak 3 hari yang lalu, tepatnya setelah banjir bandang terjadi sudah mulai krisis air.”Sudah tiga hari krisis air disini,”tuturnya.













