Pemimpin yang Hidup Seperti Rakyatnya

  • Bagikan
Kesederhanaan Ali bin Abi Thalib

Hanya tiga dinar harganya, namun cukup membuatnya bersyukur. Begitu besar rasa empati dan kesetaraan yang ia tanamkan, sehingga rakyat miskin merasa tenang melihat pemimpinnya hidup sama seperti mereka.

Keadilan menjadi napas kepemimpinannya dan Ali tak mau satu dinar pun dari perbendaharaan negara tersisa di tangannya tanpa diberikan kepada yang berhak.

Pernah, ketika tak memiliki makanan untuk hari itu, ia menjual pedangnya di pasar Kufa hanya untuk membeli bahan makanan. Baginya, lebih baik kehilangan harta daripada kehilangan kejujuran.

Kesederhanaan Ali bin Abi Thalib bukan sekadar gaya hidup, melainkan cermin hati yang bersih dan kepemimpinan yang tulus. Ia tidak membangun jarak dengan rakyatnya, melainkan menjembatani kasih dan tanggung jawab dengan teladan.

Dari rumah sederhana dan pakaian tambalan itu, lahirlah pesan abadi: bahwa kemuliaan seorang pemimpin bukan diukur dari singgasananya, melainkan dari seberapa dalam ia mencintai dan melayani rakyat yang dipimpinnya.

  • Bagikan