Presiden turut menyinggung peran prajurit TNI yang sigap membantu penanganan bencana. Menurutnya, dalam doktrin TNI, bencana merupakan bagian dari perintah operasi yang harus segera dijalankan tanpa menunggu instruksi berjenjang.
“Saya denger juga di TNI sudah berjalan cukup lama, bahwa bencana itu perintah operasi. Jadi tidak usah tunggu terlalu banyak petunjuk, di saat-saat pertama, jadi bencana kejadian itu sudah perintah operasi, tak perlu radiogram, tak perlu tunggu terlalu banyak, dan ini saya lihat sudah dilaksanakan semua lembaga, saya terima kasih,” jelasnya.
Selain TNI, Prabowo juga mengapresiasi peran Polri, BNPB, Basarnas, Tim SAR, serta berbagai instansi dan relawan yang terlibat langsung di wilayah terdampak. Ia menegaskan bahwa penanganan bencana harus dilakukan secara terpadu dan solid.
“TNI, Polri, BNPB, Basarnas, Tim SAR, tadi saya sudah sebut, saya lihat pegawai Pertamina, PLN di mana-mana, PU di mana mana, tempat yang sulit, relawan warga masyarakat bahu membahu membantu proses evakuasi penyaluran bantuan dan pemulihan akses di sana, kita semua satu tim,” kata Prabowo.
Arahan Presiden tersebut menegaskan kembali pentingnya persatuan dan kerja kolektif dalam menghadapi bencana, sekaligus menjadi pengingat bahwa kepentingan kemanusiaan harus ditempatkan di atas kepentingan politik maupun ego sektoral.













