Diagnosa awal dari puskesmas Ariodila menunjukkan bahwa kejadian ini murni disebabkan oleh efek samping dari minuman tersebut.
“Kami sangat prihatin dengan kejadian ini dan telah mengambil langkah-langkah untuk memastikan bahwa minuman semacam ini tidak lagi tersedia di kantin sekolah,” ujar Amri.
Orang tua diimbau untuk lebih berhati-hati dan memantau apa yang dikonsumsi anak-anak mereka, terutama jika ada produk baru yang beredar di pasar.
Dengan semakin maraknya berita tentang bahaya minuman semprot ini, semoga kejadian ini menjadi pengingat bagi semua untuk selalu waspada demi keselamatan anak-anak kita.












