Menyambut Ramadan, Tradisi Punggahan Hidup di Tengah Masyarakat Tabagsel

  • Bagikan
Tradisi Punggahan di Tabagsel

Sejarah Punggahan tidak terlepas dari peran Sunan Kalijaga yang mengakulturasi ajaran Islam dengan budaya lokal agar lebih mudah diterima masyarakat Nusantara.

Tradisi ini mengajarkan pentingnya sedekah, menjaga hubungan baik dengan tetangga, dan mendoakan leluhur sebelum memasuki bulan puasa.

Di Tabagsel, Punggahan tetap hidup di tengah modernisasi. Tradisi ini tidak hanya mempersiapkan fisik untuk berpuasa, tetapi juga menyiapkan hati dan pikiran, memperkuat nilai kebersamaan, penghormatan, dan solidaritas.

Bagi masyarakat, Punggahan menjadi momen untuk menyatukan generasi, melestarikan budaya, dan menegaskan bahwa Ramadan adalah waktu untuk naik bersama mulai spirit, iman, dan hubungan sosial.

  • Bagikan