Perayaan Natal Pertama di Tenda Pengungsian Korban Banjir Batang Toru Tanpa Sosok Ibu

  • Bagikan

TAPANULI SELATAN-Air mata Ria Sejati Tarihoran (50), menetes, ketika mengenang sosok ibu yang menjadi salah seorang korban banjir bandang di Desa Huta Godang, Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel).

Wajahnya masih terlihat murung ketika LENSAKINI.id menemuinya di tempat pengunsian Aula Gereja HKBP Batang Toru. Kepergian seorang ibu semakin terasa ketika perayaan Natal.

Bagi Tarihoran, perayaan Natal tahun masih diselimuti duka yang mendalam karena ditinggal sosok seorang ibu.

Jika sebelumnya perayaan Natal dijadikan kesempatan untuk kumpul keluarga. Namun, berbeda dengan tahun ini. Karena Tarihoran harus hidup di tenda pengungsian.

Tarihoran tidak bisa menutupi kesedihannya saat ia bercerita detik-detik terakhir ibunya hanyut diseret banjir bandang yang melanda desa mereka.

Beberapa jam sebelum kejadian, Tarihoran masih komunikasi dengan ibunya. Saat itu, pria anak empat tersebut menyuruh ibunya untuk mengungsi ke tempat yang lebih aman. Sebab, ketinggian air sudah mencapai lutut orang dewasa.

  • Bagikan