TAPANULI SELATAN- Damai Mendrofa direktur Bank Sampah Yamantab, membeberkan program Aksi Bikin Ecobrick 2025 yang menargetkan Pengumpulan 10.000 botol ecobrick, telah berhasil dicapai di akhir tahun 2025.
program ini telah berjalan dari bulan Juli-Desember 2025, Kegiatan ini berkolaborasi dengan Bank Sampah Yamantab, Kontribusi berasal dari masyarakat di sekitar Tapanuli Tengah, wilayah konservasi mangrove, serta Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan.
PT Agincourt Resources, pengelola Tambang Emas Martabe, meluncurkan program “Aksi Bikin Ecobrick dari Hati untuk Bumi” di Desa Garoga, Kecamatan Batang Toru, Tapanuli Selatan, Sumatra Utara.
Program ini menargetkan pengumpulan dan pengolahan 10.000 botol plastik menjadi ecobrick sekaligus mendorong kesadaran masyarakat terhadap pentingnya mengelola sampah secara berkelanjutan dan berbasis ekonomi sirkular.
General Manager Operations & Deputy Director Operations Agincourt Resources, Rahmat Lubis, mengatakan “Aksi Bikin Ecobrick dari Hati untuk Bumi” merupakan inisiasi PT Agincourt Resources (PTAR) dalam merayakan Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang tahun ini mengangkat tema “Beat Plastic Pollution.” Inisiasi ini sejalan dengan prinsip keberlanjutan yang selalu diusung Perusahaan.
“Aksi ini juga bagian dari tema besar kami, yakni Living in Harmony, yang menekankan keseimbangan antara kinerja operasional, keberlanjutan lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat. Upaya ini sekaligus dukungan kami terhadap target nasional pengelolaan 50% sampah pada 2025 dan 100% pada 2029,” tutur Rahmat saat peluncuran program tersebut
Program ini melibatkan empat bank sampah binaan PTAR, yakni Gocap, Satahi, Naposo Hamubaon, dan Rap Hita Paias. Selama 6-8 bulan mereka pelatihan bersama Waste4Change dan Bank Sampah Yamantab untuk memproduksi ecobrick secara mandiri.













