Menurut Hadiyanto, seluruh rangkaian acara keagamaan telah selesai sepenuhnya sebelum sesi hiburan dimulai. Ia menyebut hiburan tersebut merupakan inisiatif panitia dan ditujukan khusus untuk internal panitia, bukan untuk konsumsi publik dalam agenda keagamaan.
Meski demikian, panitia mengakui adanya dampak negatif dari beredarnya video tersebut di media sosial. Untuk meredam polemik, panitia telah menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Banyuwangi.
Klarifikasi sekaligus permintaan maaf itu disampaikan melalui sebuah video yang dibuat di Polsek Songgon pada Jumat (16/1/2026) malam.













