Pemerintah, kata Airlangga, juga memberi perhatian khusus pada komoditas pangan yang masuk kategori volatile food. Stabilitas harga bahan pangan pokok seperti beras, bawang merah, dan bawang putih menjadi fokus pengendalian agar tidak memicu lonjakan inflasi.
“Dan kedua, pemerintah tadi melihat volatile food, yaitu makanan terus kita jaga di kisaran 3 sampai dengan 5 persen,” jelas Airlangga.
“Kemudian logistik pangan dengan fasilitasi antar wilayah, dari daerah surplus ke daerah yang membutuhkan. Kemudian juga pemerintah terus menjaga administered price terhadap berbagai bahan pangan,” tambah Airlangga.
Airlangga turut menyampaikan bahwa inflasi di sejumlah wilayah Sumatra yang sempat terdampak bencana alam mulai menunjukkan tren penurunan. Pemerintah terus mendorong dukungan infrastruktur dan logistik di wilayah terdampak agar stabilitas harga tetap terjaga.
“Kemudian pemerintah juga terus mendorong di daerah bencana untuk dukungan infrastruktur dan logistik agar kita bisa menjaga, dan tadi disampaikan bahwa di daerah tersebut inflasi sudah mulai turun,” pungkasnya.













