Hasil perhitungan tersebut menunjukkan bahwa alokasi subsidi masih berada dalam batas aman, sehingga masyarakat diminta tidak khawatir terhadap potensi kenaikan harga BBM bersubsidi.
“Jadi, (BBM) yang bersubsidi sampai akhir tahun aman. Jadi, masyarakat di luar nggak usah ribut, nggak usah takut, kami sudah hitung (anggaran subsidinya masih cukup),” ucap Menkeu.

Selain mengandalkan kekuatan APBN, pemerintah juga memiliki cadangan dana lain yang dapat digunakan sebagai penyangga, salah satunya Sisa Anggaran Lebih (SAL) yang nilainya mencapai ratusan triliun rupiah.

Di sisi lain, peningkatan penerimaan negara, khususnya dari sektor energi dan sumber daya mineral, turut menjadi faktor pendukung dalam menjaga keberlanjutan subsidi.
Pemerintah juga terus mendorong efisiensi belanja di berbagai kementerian dan lembaga guna menjaga defisit anggaran tetap terkendali. Upaya ini dilakukan seiring dengan meningkatnya kebutuhan subsidi yang sensitif terhadap fluktuasi harga minyak dunia.



















