Protes Musik di THM Berujung Chaos, Lima TNI Ditahan dan 2 Polisi Diperiksa

  • Bagikan
Protes Musik di THM Toraja Utara
Keributan di Cafe Valery Rantepao akibat protes musik, lima TNI ditahan dan dua oknum polisi diperiksa. Proses hukum berjalan transparan.

TORAJA UTARA (LENSAKINI) – Keributan yang melibatkan oknum aparat terjadi di sebuah tempat hiburan malam (THM) di Kabupaten Toraja Utara dan viral di media sosial.

Dalam video berdurasi sekitar dua menit, terlihat sejumlah orang saling serang menggunakan bangku dan botol minuman di dalam kafe. Peristiwa tersebut terjadi di Cafe Valery, wilayah Rantepao pada Kamis (2/4/2026) dini hari.

Saat kejadian, sejumlah pengunjung tengah menikmati hiburan musik DJ sebelum situasi berubah ricuh. Aksi saling serang itu menyebabkan ruangan karaoke di dalam kafe mengalami kerusakan. Ketegangan semakin meningkat setelah salah satu pengunjung terkena hantaman benda tumpul.

Situasi baru mereda setelah sejumlah pelayan kafe dan pengunjung lainnya melerai pihak-pihak yang terlibat. Kondisi di dalam kafe kemudian kembali kondusif.

Komandan Kodim 1414 Tana Toraja, Letkol Infanteri Armal, membenarkan adanya keterlibatan lima anggotanya dalam peristiwa tersebut. Namun, ia membantah isu yang menyebut keributan dipicu permintaan minuman gratis.

“Setelah musik dihentikan, ada salah satu pengunjung yang memprotes. Itu yang memicu perkelahian, bukan karena tidak diberi minuman gratis,” kata Armal saat dikonfirmasi.

Armal menambahkan, kelima anggota TNI yang terlibat saat ini telah diamankan dan menjalani pemeriksaan internal sebelum diserahkan ke Subdenpom Palopo untuk proses lebih lanjut.

“Anggota yang kami amankan ada lima orang dan saat ini ditahan untuk pemeriksaan. Selanjutnya akan diproses oleh pihak POM,” ucapnya.

Sementara itu, Kabid Propam Polres Toraja Utara, Iptu Damianus, menyampaikan bahwa pihaknya juga tengah melakukan pemeriksaan terhadap saksi dan korban terkait dugaan keterlibatan anggota Polri.

“Jika terbukti ada unsur pidana, akan ditangani oleh Reskrim. Sementara Propam melakukan penyelidikan terkait keterlibatan anggota,” ujar Damianus melalui pesan WhatsApp.

Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan pun merespons dugaan keterlibatan oknum anggota Polri dalam peristiwa penganiayaan tersebut.

  • Bagikan