Emak-Emak di Sidimpuan yang Diperas Setelah Kirim Foto Telanjang Masih Diteror

  • Bagikan
Sejumlah emak-emak di Padangsidimpuan ketika di Mapolres Sidimpuan guna melaporkan kejadian yang dialami (foto/lensakini/amru)

PADANGSIDIMPUAN-Seorang ibu rumah tangga yang menjadi korban pemerasan setelah mengirim foto telanjang hinggga kini masih mendapatkan teror dari pelaku. Adalah ibu anak satu yang yang berinisial AN warga Kecamatan Padangsidimpuan Selatan, Kota Padangsidimpuan, Sumatera Utara.

Kepada wartawan, dirinya mengaku terus mendapat teror dari pelaku melalui pesan WhatsApp. Dimana pelaku menagih kekurangan uang yang sebelumnya diminta pelaku senilai Rp3,5 juta.

“Saya baru ngasih 200 bang. Jadi diterornya aku sampai saat ini. Dia minta kekurangannya,” akunya kepada wartawan.

Terpisah, Kasat Reskrim Polres Padangsidimpun, AKP Bambang Priyatno mengatakan pihaknya masih akan menelusuri kasus ini. “Kita periksa dulu saksi dan korbannya untuk melakukan penyelidikan,” pungkasnya.

Sebelumnya, sejumlah ibu rumah tangga di Kecamatan Padangsidimpuan Selatan, Kota Padangsidimpuan, Sumatera Utara mendatangi Mapolres Padangsidimpuan, Kamis (14/10/2021) siang. Dimana, mereka mengaku menjadi korban penipuan dan pemerasan dari orang yang tak bertanggung jawab.

Insiden ini berawal saat para korban mendapat pesan dari teman facebooknya dengan nama akun Anisa Cyank. Kala itu, temannya ini menanyakan apakah dirinya telah mendapatkan bantuan dana Covid 19 senilai Rp5 juta.

Karena tidak perna mendapatkan bantuan, para korban menanyakan apa saja syaratnya. Setelah disuruh mengirim foto, foto copy KTP, dan nomor telepon, para korban pun mendapat telepon dari seorang perempuan yang mengaku bernama Laura yang bekerja sebagai bidan dan seorang pria yang bernama Ruli mengaku sebagai polisi.

Saat itu, para korban ini diminta untuk mengirim foto telanjang mereka. Ironisnya, setelah mengirim foto tersebut pelaku malah meminta uang Rp3,5 juta.

“Karena uang saya tidak ada segitu. Saya minta kurang dan saya hanya mengirim uang Rp300 ribu ke rekening Bank BNI dengan nomor 1237752308 atas nama Muhammad Roky,” ucap YP.

Namun sayang setelah ditunggu-tunggu, uang yang dijanjikan tersebut tak kunjung dikirim ke rekeningnya. Bahkan, korban terus mendapat ancaman dari pelaku akan menyebarkan foto-fotonya.

“Sampai saat ini kami masih mendapat ancaman dari dia bang. Ada belasan orang kami yang jadi korbannya,” ungkap YP.

Sementara itu, beber YP, saat dirinya mendatangi kediaman temannya yang memiliki aknun Anisa Cyank, Anisa menyebut akun facebook miliknya sudah dibajak orang.

“Makanya kami datang ke sini bang melaporkan kejadian ini,” pungkasnya.

Berbeda dengan YP, RM yang juga korban penipuan ini telah mengirim uang ke rekening Muhammad Roky senilai Rp2 juta.”Takut saya bang, makanya saya kirim segitu,” pungkasnya.

(UA)

  • Bagikan