Freire memulai dengan pertanyaan filsafat. Para petani tidak tahu. Skor 1–0.
Lalu mereka bertanya tentang kontur tanah dan pengapuran lahan. Kali ini Freire yang tidak tahu. Skor menjadi 1–1.
Permainan berlanjut. Filsafat melawan pengetahuan ladang. Teori bertemu pengalaman.
Saat dihitung, hasil akhirnya imbang: sepuluh banding sepuluh.
Freire lalu berkata pelan,
“Saya tahu sepuluh hal yang kalian tidak tahu. Tapi kalian juga tahu sepuluh hal yang tidak saya pahami.”
Malam itu tidak ada pidato besar. Namun para petani pulang dengan kepala lebih tegak.
Dari pengalaman sederhana itu, Freire semakin yakin pada satu hal yang kemudian ia tuliskan dalam Pedagogy of the Oppressed: setiap manusia membawa pengetahuan dari pengalaman hidupnya sendiri.
Dan sering kali, yang membuat seseorang merasa bodoh bukan karena ia tidak tahu apa-apa.
Melainkan karena terlalu lama diyakinkan bahwa pengetahuan hanya milik segelintir orang.













