12 Ekskavator Tambang Ilegal di Madina dan Tapsel Ditahan

  • Bagikan

TAPANULI SELATAN (LENSAKINI) -Sebanyak 12 unit ekskavator yang beroperasi di sejumlah titik tambang emas ilegal Mandailing Natal (Madina) dan Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) diamankan petugas gabungan Ditkrimsus dan Satuan Brimob Polda Sumatera Utara (Sumut), Senin (2/3/2026).

Operasi besar-besaran itu dilakukan sebagai respons cepat kepolisian terhadap laporan masyarakat melalui video viral mengenai aktivitas tambang ilegal di kawasan yang dikenal sebagai area abu-abu.

Dansat Brimob Polda Sumut Kombes Pol Rantau Isnur Eka menjelaskan, pergerakan personel di lapangan merupakan instruksi berjenjang dari pucuk pimpinan Polri.

“Perintah langsung Kapolri melalui Kapolda Sumatera Utara yang juga kami diarahkan oleh Bapak Dankor Brimob tentang adanya video viral tambang liar di area abu-abu antara Madina dengan Tapsel,” ujar Rantau di lokasi penertiban tambang emas ilegal.

Perjuangan tim untuk mencapai lokasi tidaklah mudah karena medan yang ekstrem dan sulit ditembus kendaraan biasa. Setelah melakukan pemetaan dan pelacakan selama berjam-jam, personel Brimob dan Ditkrimsus harus menempuh perjalanan kaki dengan gaya infanteri selama lebih dari 12 jam.

Sementara itu, tim pendobrak yang menggunakan kendaraan roda dua memerlukan waktu sekitar tiga setengah jam, karena hanya kendaraan dengan spesifikasi off-road yang mampu melewati jalur tersebut.

Kerja keras tersebut membuahkan hasil dengan disitanya belasan alat berat yang digunakan untuk aktivitas ilegal.

Kombes Pol. Rantau Isnur Eka mengataka keberhasilan tim gabungan dalam mengamankan aset-aset tersebut beserta para terduga pelaku.

“Alhamdulillah, puji Tuhan, 12 ekskavator kami amankan dan beberapa tersangka yang mungkin perannya masing-masing. Nanti yang dalami bukan kami Brimob, tapi Ditkrimsus Polda Sumatera Utara,” ungkapnya.

Meski operasi sempat terendus oleh para pelaku, kesigapan personel di lapangan membuat upaya pelarian mereka gagal.

Rantau mengakui adanya dugaan kebocoran informasi saat penyergapan dilakukan pada pagi hari yang membuat para pekerja tambang berhamburan melarikan diri ke arah Madina.

  • Bagikan