Pelaku Usaha di Batang Toru Alami Penurun Omzet, Karyawan Terancam

  • Bagikan
Foto salah seorang pekerja disalah satu kafe di Batang Toru, Tapsel (foto/lensakini)

TAPANULI SELATAN-Sejak dua bulan terkhir, omzet para pedagang makan, kafe di Batang Toru, Kecamatan Batang Toru menurun drastis.

Penurun omzet tersebut salah satunya akibat dicabutnya izin operasional sejumlah perusahaan besar di daerah itu. Kondisi ini kini mengancam keberlangsungan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di wilayah Batang Toru dan sekitarnya.

Bahkan, ancaman pemutusan hubungan kerja (PHK) mulai menghantui para pekerja sektor informal.Manajer Dwikora Cafe dan Resto, Zers, mengungkapkan usahanya mengalami penurunan omzet signifikan sejak tambang yang dikelola PT Agincourt Resources (PT AR) berhenti beroperasi.

“Pencabutan izin perusahaan-perusahaan besar di Batang Toru berdampak terhadap menurunnya omzet kafe ini,”ungkapnya kepada wartawan ketika ditemui.

Zers mengakui, sejak ia membuka usaha kafe, 70% pengunjungnya adalah pekerja perusahaan. Sehingga, ketika pemerintah mencabut izin perusahaan sangat berpengaruh terhadap pendapatan usahanya itu.

“Sejak awal berdiri lebih dari setengah tahun lalu, sebagian besar pelanggan berasal dari karyawan perusahaan,”ujarnya.

  • Bagikan