JAKARTA (LENSAKINI)- Persoalan sampah kembali menjadi sorotan dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) ASRI yang menempatkan isu pengelolaan sampah daerah sebagai agenda prioritas yang digelar di Jakarta, Jumat (13/2/2026).
Forum tersebut menegaskan bahwa krisis pengelolaan sampah bukan lagi hanya persoalan teknis, melainkan menyangkut arah kebijakan dan komitmen anggaran pemerintah daerah.
Dalam forum itu, mengemuka pandangan bahwa penguatan tata kelola sampah membutuhkan dukungan kebijakan dan pembiayaan yang memadai di tingkat daerah.
Hal ini sejalan dengan undangan Rapat Koordinasi Lingkungan Hidup tertanggal 5 Februari 2026 yang menekankan pentingnya dukungan kebijakan dan penganggaran daerah terhadap sektor pengelolaan sampah.
Rakornas ASRI menilai, tanpa keberpihakan anggaran, berbagai program pengurangan dan penanganan sampah di daerah akan sulit berjalan optimal.
Mulai dari penguatan sistem pengumpulan, peningkatan kapasitas fasilitas pengolahan, hingga edukasi publik, seluruhnya memerlukan dukungan pembiayaan yang konsisten.
Dalam forum tersebut, Wakil Ketua DPRD Kota Padangsidimpuan Rusydi Nasution menegaskan bahwa persoalan sampah tidak dapat diselesaikan hanya melalui imbauan atau gerakan simbolik. Menurutnya, dukungan anggaran juga turut menjadi fondasi utama agar implementasi program berjalan optimal di daerah.
“ Kami di DPRD siap mengawal kebijakan daerah yang mendukung ASRI, termasuk memastikan dukungan anggaran bagi program penanganan sampah dan penguatan budaya bersih, ” tegasnya.
Rakornas ASRI juga dihadiri Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Hanif Faisol Nurofiq yang menekankan pentingnya kolaborasi erat antara pemerintah daerah dan DPRD sebagai mitra strategis dalam memastikan program lingkungan berjalan efektif.













