Menurutnya, isu kepemimpinan ekoteologis menjadi kajian yang penting karena perguruan tinggi Islam memiliki peran strategis dalam membangun kesadaran tentang hubungan manusia dan lingkungan.
“Perguruan tinggi keagamaan Islam tidak hanya berperan dalam pengembangan keilmuan agama, tetapi juga memiliki tanggung jawab untuk membangun paradigma kepemimpinan yang memiliki kepedulian terhadap keberlanjutan lingkungan,” lanjutnya.
JWS Rizki juga menjelaskan, melalui penelitian ini dirinya bersama tim berupaya mengkaji bagaimana komunikasi kepemimpinan dalam lingkungan PTKIN dapat dikembangkan dengan pendekatan ekoteologis.
“Ketika nilai-nilai kepedulian terhadap lingkungan dikomunikasikan dengan baik, maka dapat menjadi bagian dari karakter dan arah pengembangan perguruan tinggi,” ungkapnya.
Terakhir ia menilai kolaborasi antarperguruan tinggi menjadi kekuatan penting dalam menghasilkan penelitian yang lebih komprehensif.
“Setiap peneliti memiliki pengalaman dan perspektif yang dapat memperkaya hasil kajian,” tuturnya.















