Ditulis oleh Edhy Aruman edisi JAM 6 TENG
Ada anggapan lama dalam dunia bisnis bahwa inovasi lahir dari seorang jenius. Seseorang dengan pikiran luar biasa duduk sendirian, menemukan gagasan besar, lalu mengubah dunia.
Cerita seperti itu memang menarik. Kita menyukai kisah tentang tokoh yang tiba-tiba menemukan terobosan setelah momen pencerahan. Namun, banyak inovasi besar sebenarnya tidak lahir dari satu kepala, melainkan dari pertemuan banyak pikiran yang berani berbeda.
Inovasi tumbuh ketika orang dengan pengalaman, keahlian, dan sudut pandang yang beragam berada dalam satu ruang, saling menguji gagasan, mempertanyakan asumsi, dan menemukan kemungkinan yang sebelumnya tidak terlihat.
Kisah Michael Ku dalam pengembangan vaksin COVID-19 Pfizer bersama BioNTech menjadi salah satu contoh menarik tentang bagaimana sebuah keberhasilan besar dibangun bukan hanya oleh kecerdasan individu, tetapi oleh kemampuan sebuah organisasi untuk bekerja sebagai satu tim.
Pada pagi 9 November 2020, Michael Ku menunggu hasil yang akan menentukan perjalanan panjang timnya. Berbulan-bulan sebelumnya, tim Global Clinical Supply yang dipimpinnya menghadapi tantangan luar biasa: pandemi, pembatasan perjalanan, gangguan rantai pasok, bencana alam, hingga tuntutan menjaga suhu distribusi vaksin yang sangat ketat.
Mereka seperti membangun sebuah kapal sambil tetap berlayar di tengah badai.
Ketika kabar bahwa vaksin Pfizer-BioNTech menunjukkan tingkat efikasi lebih dari 90 persen datang, dunia melihat hasil akhirnya. Namun, di balik keberhasilan itu terdapat perjalanan panjang membangun cara kerja baru: bagaimana orang-orang dengan keahlian berbeda dapat bergerak menuju tujuan yang sama.
Ketika bergabung dengan Pfizer pada 2011, Ku menghadapi persoalan yang tidak sederhana. Organisasi tersebut memiliki banyak orang hebat dengan pengalaman panjang. Namun, perubahan organisasi, merger, dan restrukturisasi membuat sebagian orang terbiasa bekerja dalam batas fungsinya masing-masing.
Mereka berada dalam satu perusahaan, tetapi belum sepenuhnya berada dalam satu kapal.















