Tanpa Beasiswa Tambang Emas Martabe, Zahra Nabila Mahasiswa Penerima Beasiswa Asal Sipenggeng Khawatir Mimpinya Terkubur

  • Bagikan
Zahra Nabila, warga Sipenggeng, Kecamatan Batang Toru, salah seorang mahasiswa penerima beasiswa dari Tambang Emas Martabe (foto/lensakini).

TAPANULI SELATAN-Banyak program-program yang dibuat oleh PT Agincourt Resources pengelola Tambang Emas Martabe yang sudah dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat.

Berbagai program tersebut salah satunya di dunia pendidikan. Sejak 2017, program beasiswa pendidikan sudah banyak dirasakan oleh masyarakat terutama siswa yang kurang mampu tapi memiliki prestasi.

Zahra Nabila Siregar (19) misalnya, mahasiswi semester dua Jurusan Pendidikan Seni Tari Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Ia salah seorang dari mahasiswa yang beruntung mendapatkan beasiswa dari Tambang Emas Martabe.

Selama dua semester menjalani perkuliahan, Zahra merasa terbantu dengan adanya program tersebut. Sebab, semua kepentingan perkuliahannya dibiaya oleh Tambang Emas Martabe.

Namun, kekhawatiran mulai datang sejak Presiden Prabowo Subianto mencabut izin perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan itu. Ia khawatir, program beasiswa tersebut tidak berlanjut sehingga mengubur mimpinya.

“Setiap semester saya menerima Rp13 juta lebih untuk membiayai uang kuliah tunggal (UKT) dan kebutuhan hidupnya (1 semester). Saya tidak tahu harus bagaimana jika beasiswa itu berhenti,” ujar Zahra kepada wartawan.

Maklum, ayahnya hanya memiliki usaha warung kopi kecil-kecilan di kampung. Sedangkan ibunya tidak memiliki pekerjaan. Anak paling bontot tersebut mengaku masih memiliki kakak yang masih kuliah.

Zahra mengatakan beasiswa tersebut menjadi penopang utama keberlanjutan studinya karena kemampuan ekonomi keluarga sangat terbatas.

  • Bagikan