Sejak penghentian operasi tambang pascabencana hidrometeorologi pada November 2025, sejumlah program pemberdayaan masyarakat termasuk beasiswa pendidikan berada dalam ketidakpastian.
“Hingga kini belum ada kepastian apakah bantuan akan tetap diberikan kepada penerima beasiswa seperti Zahra,” sebutnya.
Meski demikian, Zahra tetap menjalani aktivitas perkuliahan, mengikuti perkuliahan, dan berlatih sebagai bagian dari program studinya. Ia menolak menyerah meskipun terus dihantui ketidakpastian kelanjutan beasiswanya.
“Saya ingin menyelesaikan kuliah dan membahagiakan orang tua,” ujar anak sanggar seni sejak usia 9 tahun/kelas 3 sekolah dasar tersebu.













