PADANGSIDIMPUAN(LENSAKINI)-Gegara kondisi kabut asap semakin memburuk, Pemkot Padangsidimpuan terpaksa menunda rangkain kegiatan hari jadi Kota Salak.
Kebikan itu dilakulan dengan mempertimbangkan buruknya kualitas udara di sejumlah titik serta meningkatnya kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).
Penundaan itu disampaikan melalui siaran pers Wali Kota Padangsidimpuan, Letnan Dalimunthe dengan menegaskan bahwa kesehatan dan keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama dibandingkan pelaksanaan kegiatan seremonial.
Berdasarkan hasil pemeriksaan kualitas udara di lima titik, yakni Puskesmas Padangmatinggi, RS TNI AD, Kantor Wali Kota, Pasar Kodok, dan Pasar Inpres Padangmatinggi, konsentrasi partikulat PM2,5 tercatat berada pada kisaran 142–153 mikrogram per meter kubik (µg/m³).
Sementara itu, konsentrasi PM10 berada pada kisaran 358–401 µg/m³. Kondisi tersebut menjadi perhatian pemerintah, terutama di tengah dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang memengaruhi kualitas udara.
Selain persoalan kualitas udara, data Dinas Kesehatan Kota Padangsidimpuan periode minggu ke-33 hingga minggu ke-40 tahun 2026 mencatat sebanyak 1.771 kasus ISPA yang dilaporkan oleh puskesmas dan rumah sakit.
Setelah mempertimbangkan kondisi tersebut dalam rapat panitia pelaksana, pemerintah memutuskan menunda seluruh rangkaian kegiatan Hari Jadi ke-25 Pemerintah Kota Padangsidimpuan sampai waktu yang akan ditentukan kemudian.















