PADANGSIDIMPUAN (LENSAKINI)-
Ketua Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Tapanuli Bagian Selatan (Tabagsel), Ucok Rizal Nasution menegaskan, transparansi dan profesionalisme pers dibutuhkan menuju Indonesia “terang”.
Pernyataan itu ia ungkapkannya saat silaturrahmi dengan Lapas Kelas II B Padangsidimpuan Sabtu (10/10/2026). Menurut Ucok, silaturahmi itu bertujuan memperkuat komitmen membangun kemitraan dengan lembaga pemerintah.
Selain itu, kata Ucok, pertemuan tersebut menjadi langkah awal untuk mempererat komunikasi dan membuka ruang kolaborasi antara perusahaan media siber dengan jajaran pemasyarakatan, khususnya dalam menyampaikan informasi mengenai program pembinaan warga binaan kepada masyarakat secara terbuka, objektif, dan berimbang.
Menurutnya, media memiliki tanggung jawab penting untuk memastikan masyarakat memperoleh informasi yang benar, berimbang, dan dapat dipertanggungjawabkan. Karena itu, komunikasi yang baik antara media dan lembaga publik perlu terus dibangun tanpa mengabaikan independensi pers.
“Media bukan hanya bertugas menyampaikan peristiwa, tetapi juga memiliki tanggung jawab untuk memberikan edukasi kepada masyarakat. Kami ingin membangun sinergi yang produktif dengan Lapas Padangsidimpuan, terutama dalam menyampaikan informasi mengenai program pembinaan, kegiatan positif warga binaan, serta berbagai upaya pembenahan yang dilakukan oleh jajaran pemasyarakatan,” ujar Ucok Rizal.
Lebih lanjut dia mengatakan, JMSI sebagai asosiasi perusahaan media siber yang menjadi konstituen Dewan Pers berkomitmen mendorong ekosistem pers yang profesional, bertanggung jawab, dan mengedepankan kepentingan publik.
Dalam konteks pemasyarakatan, lanjutnya, masyarakat perlu mendapatkan pemahaman yang utuh bahwa keberadaan Lapas tidak semata-mata berkaitan dengan penahanan dan pelaksanaan hukuman.
“Jangan sampai masyarakat hanya melihat Lapas dari sisi persoalan atau pemberitaan negatif. Program pembinaan, pendidikan, pelatihan keterampilan, pembentukan karakter, dan kegiatan positif lainnya juga penting diketahui publik















