Lebih lanjut, Guterres menyoroti tingginya korban jiwa di kalangan personel UNIFIL di tengah meningkatnya ketegangan antara Hizbullah dan Pasukan Pertahanan Israel.
Ia mencatat sedikitnya enam personel UNIFIL telah meninggal dunia dalam rangkaian insiden terbaru.

“Enam penjaga perdamaian yang bertugas dengan UNIFIL kini telah tewas dan beberapa lagi mengalami luka serius setelah insiden-insiden baru-baru ini di tengah permusuhan antara Hizbullah dan Pasukan Pertahanan Israel,” ujarnya.

“Serangan-serangan ini harus dihentikan,” imbuh dia.
Sementara itu, UNIFIL turut mengonfirmasi wafatnya Praka Rico Pramudia yang sempat menjalani perawatan intensif di rumah sakit di Beirut.
Ia meninggal akibat luka-luka yang diderita setelah ledakan proyektil di wilayah Adchit Al Qusayr pada akhir Maret.
UNIFIL juga menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga korban serta Pemerintah Indonesia atas kehilangan tersebut.
Dengan gugurnya Praka Rico, jumlah prajurit TNI yang menjadi korban dalam insiden di Lebanon bertambah menjadi empat orang.



















