JAKARTA (LENSAKINI) – Raksasa teknologi Meta kembali menjadi sorotan setelah rencana pemutusan hubungan kerja (PHK) dalam skala besar mencuat ke publik.
Perusahaan yang dipimpin oleh Mark Zuckerberg itu dikabarkan akan memangkas sekitar 8.000 karyawan, atau setara 10 persen dari total tenaga kerjanya.

Dilansir dari Reuters, langkah tersebut dijadwalkan berlangsung pada 20 Mei 2026. Berdasarkan data per 31 Desember 2025, Meta saat ini mempekerjakan hampir 79.000 orang di seluruh dunia.

Isu PHK massal ini sendiri sebenarnya telah berembus sejak bulan lalu, bahkan sempat muncul spekulasi bahwa jumlah karyawan yang terdampak bisa mencapai 20 persen dari total pekerja global.
Kebijakan ini disebut-sebut berkaitan erat dengan semakin masifnya adopsi teknologi Artificial Intelligence di tubuh perusahaan.



















