Menurutnya, lingkungan pendidikan seperti pesantren memiliki peran penting dalam membentuk karakter generasi muda agar memiliki pemahaman dan ketahanan diri terhadap pengaruh negatif narkoba.
“Kami tidak hanya melakukan penindakan terhadap pelaku penyalahgunaan maupun peredaran narkoba, tetapi juga terus memperkuat langkah preventif dengan memberikan pemahaman kepada para pelajar dan santri agar memiliki pengetahuan serta keberanian untuk menolak narkoba,” lanjutnya.
Kegiatan yang diikuti sekitar 95 santri dan santriwati tersebut berlangsung interaktif melalui sesi tanya jawab dengan menyampaikan pertanyaan terkait cara menghadapi pengaruh lingkungan negatif serta langkah yang harus dilakukan apabila menemukan indikasi penyalahgunaan narkoba.
“Kami berharap kegiatan seperti ini dapat menciptakan lingkungan yang bersih dari narkoba,” pungkasnya.















