Menurutnya, proses pemulihan membutuhkan kerja bersama lintas instansi dan pemulihan tempat tinggal perlu berjalan beriringan dengan pemulihan aktivitas sosial dan ekonomi.
“Pemulihan pascabencana bukan hanya soal tempat tinggal, tetapi bagaimana masyarakat bisa kembali menjalankan aktivitasnya, merasa aman dan perlahan bangkit. Karena itu, sinergi semua pihak sangat diperlukan,” katanya.
Dalam agenda Turdes tersebut, Kapolres juga meninjau sejumlah kondisi di lapangan, termasuk perbaikan jembatan gantung dan kawasan Huntap Tandihat di Kecamatan Angkola Selatan.
Bagi Polres Tapanuli Selatan, perhatian terhadap warga pascabencana juga berkaitan dengan upaya menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat.
Kondisi sosial yang stabil menjadi salah satu unsur penting agar masyarakat dapat menjalani proses pemulihan dengan baik.
“Tentunya kami ingin masyarakat tahu bahwa mereka tidak berjalan sendiri dalam menghadapi proses pemulihan ini. Keamanan, kenyamanan dan kebutuhan masyarakat akan terus menjadi perhatian kami,” tegasnya mengakhiri.
Turdes tersebut turut diikuti Sekretaris Daerah Tapanuli Selatan H. Sofyan Adil Siregar, sejumlah pimpinan OPD, pejabat utama Polres Tapanuli Selatan, unsur Forkopimcam serta personel Polres Tapanuli Selatan.















