Prancis sebenarnya memiliki pemain berbahaya seperti Kylian Mbappe, Ousmane Dembele, Michael Olise, Bradley Barcola, dan Desire Doue. Namun, kualitas individu itu tidak banyak berarti karena Spanyol hampir tidak memberikan ruang.
Gol pertama lahir setelah pergerakan Lamine Yamal memaksa pemain Prancis melakukan pelanggaran di kotak penalti. Mikel Oyarzabal sukses mengeksekusi penalti tersebut. Gol kedua Pedro Porro kembali menunjukkan kesiapan pemain Spanyol dalam memanfaatkan bola hidup dan tekanan yang terus berlangsung.
Spanyol membuktikan bahwa sepak bola modern bukan hanya tentang memiliki pemain bintang. Kemenangan juga ditentukan oleh data, kebugaran, disiplin, serta keberanian menjalankan strategi.
Kini, satu pertandingan lagi akan menentukan apakah perpaduan sains, stamina, dan tiki-taka vertikal itu mampu membawa Spanyol menjadi juara dunia.














