LENSAKINI – Dulu, anak-anak SD punya aroma khas: campuran bedak bayi, minyak telon, keringat habis main benteng, dan sedikit bau penghapus.
Pulang sekolah bajunya kusut, lutut lecet, dan aroma itu seolah menjadi tanda hari-hari penuh permainan.
Sekarang, aroma khas itu digantikan tren baru parfum viral. Pertengahan Mei lalu, ratusan anak dan remaja rela mengantre berjam-jam di Pondok Indah Mall demi Mykonos, parfum lokal Indonesia yang namanya terdengar glamor dan Eropa.
Varian seperti California Blue, Pink Beach, dan When in Paris membuat penggunanya seolah baru pulang dari liburan mewah, padahal baru saja pulang dari sekolah atau rumah.
Fenomena ini bukan sekadar soal wangi. Parfum telah menjadi simbol identitas. Anak-anak yang antre panjang mungkin sedang belajar membangun citra diri dan mengekspresikan siapa mereka ingin dikenal.














