Mengungkit Pertumbuhan Ekonomi Padangsidimpuan di Tengah Efisiensi Anggaran

  • Bagikan
Memperkuat UMKM dan Perdagangan

Ditulis 0leh Rusydi Nasution, S.T.P., M.M. (IPB) seorang Mantan Bankir, Pimpinan DPRD, dan Ketua DPC Partai Gerindra Kota Padangsidimpuan

Pertumbuhan ekonomi merupakan salah satu indikator utama dalam mengukur keberhasilan pembangunan daerah. Pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan mencerminkan peningkatan kapasitas produksi, penciptaan lapangan kerja, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Namun, pada tahun 2025 pemerintah mulai menerapkan kebijakan efisiensi belanja sebagai bagian dari upaya menjaga keberlanjutan fiskal.

Kondisi tersebut menuntut pemerintah daerah untuk mengoptimalkan penggunaan sumber daya yang terbatas agar tetap mampu mendorong pertumbuhan ekonomi.

Kota Padangsidimpuan sebagai pusat perdagangan dan jasa di kawasan Tapanuli Bagian Selatan memiliki struktur ekonomi yang relatif kuat. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Padangsidimpuan, perekonomian Kota Padangsidimpuan pada tahun 2024 tumbuh sebesar 5,01 persen, sedikit lebih rendah dibandingkan pertumbuhan tahun 2023 sebesar 5,09 persen.

Nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku mencapai Rp8,57 triliun, sedangkan PDRB atas dasar harga konstan mencapai Rp5,02 triliun (BPS Kota Padangsidimpuan, 2025).

Capaian tersebut menunjukkan bahwa aktivitas ekonomi daerah masih mampu tumbuh di tengah dinamika ekonomi nasional.

Dalam perspektif teori pertumbuhan endogen (Romer, 1990), peningkatan kualitas sumber daya manusia, inovasi, investasi, dan produktivitas menjadi faktor utama yang menentukan pertumbuhan ekonomi jangka panjang.

Oleh karena itu, kebijakan efisiensi seharusnya tidak hanya dipahami sebagai pengurangan belanja, tetapi sebagai upaya meningkatkan kualitas belanja publik sehingga menghasilkan manfaat ekonomi yang lebih besar.

Struktur ekonomi Kota Padangsidimpuan didominasi oleh sektor tersier. Berdasarkan distribusi PDRB menurut lapangan usaha tahun 2024, sektor perdagangan besar dan eceran serta reparasi mobil dan sepeda motor memberikan kontribusi sebesar 24,17 persen, diikuti sektor konstruksi sebesar 10,76 persen, serta sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan sebesar 10,66 persen.

  • Bagikan