Dasco dan Seni Merawat Keseimbangan Politik

  • Bagikan
Sufmi Dasco Ahmad

Presiden ke-16 Amerika Serikat Abraham Lincoln, misalnya, memiliki figur-figur strategis yang membantunya menghadapi masa penuh tantangan selama Perang Saudara. Di berbagai negara, pemimpin juga membutuhkan orang-orang yang mampu membaca keadaan dan menerjemahkan visi menjadi langkah politik yang realistis.

Dalam konteks Indonesia saat ini, peran menjaga keseimbangan politik menjadi semakin penting. Pemerintahan membutuhkan stabilitas agar agenda pembangunan dapat berjalan, sementara demokrasi tetap membutuhkan ruang bagi perbedaan pendapat.

Di sinilah kemampuan membangun komunikasi lintas kelompok menjadi nilai strategis. Hubungan politik tidak hanya dibangun dengan mereka yang berada dalam satu barisan, tetapi juga dengan pihak-pihak yang memiliki pandangan berbeda.

Dasco dinilai memiliki kemampuan dalam membangun jembatan komunikasi dengan berbagai kekuatan politik nasional. Pendekatan tersebut memperlihatkan bahwa politik tidak selalu harus ditempatkan sebagai arena pertentangan tanpa akhir, melainkan sebagai ruang untuk mencari titik temu.

Salah satu ukuran keberhasilan seorang politisi bukan hanya seberapa banyak keputusan yang berhasil diambil, tetapi juga seberapa baik ia mampu mengelola perbedaan agar keputusan tersebut dapat diterima dan dijalankan bersama.

Kinerja lembaga politik sering kali ditentukan oleh kemampuan para aktornya dalam melakukan konsolidasi. Ketika komunikasi berjalan efektif, kebijakan yang sebelumnya mengalami kebuntuan memiliki peluang untuk menemukan jalan keluar.

  • Bagikan