Kepentingan Mengubah Cara Kita Menilai Kesalahan

  • Bagikan
Kepentingan Mengubah Cara Kita Menilai Kesalahan

Ditulis oleh Edhy Aruman edisi JAM 6 TENG

Ada satu hal yang sering tidak kita sadari yaitu penilaian manusia tidak selalu berdiri di atas fakta semata. Kadang, kepentingan ikut menentukan bagaimana kita melihat sebuah kesalahan.

Seseorang bisa dikritik keras ketika gagal, tetapi dipuji ketika berhasil. Keputusan yang sama dapat disebut gegabah saat hasilnya buruk, namun dianggap berani ketika membawa keuntungan.

Bukan karena tindakannya berubah, melainkan karena posisi dan manfaat yang melekat padanya ikut mengubah cara orang memandang.

Inilah paradoks dalam kekuasaan dan kesuksesan.

Ketika seseorang memiliki pengaruh, jaringan, atau sumber daya yang besar, muncul kecenderungan untuk mencari alasan yang membuat kita lebih nyaman menerima keberadaannya. Kritik yang dulu tajam perlahan berubah menjadi pemakluman.

Dalam kehidupan organisasi, fenomena ini sering muncul. Pemimpin yang mengambil risiko dan gagal bisa dicap tidak kompeten. Namun, pemimpin yang mengambil risiko serupa dan berhasil sering dianggap visioner.

  • Bagikan