Ditulis oleh Edhy Aruman edisi JAM 6 TENG
LENSAKINI – Kita sering membayangkan perjalanan karier seperti sebuah garis lurus. Semakin tinggi posisi, semakin besar tanggung jawab, dan semakin dekat dengan tujuan. Namun kenyataannya, banyak perjalanan besar justru dibentuk oleh belokan yang tidak pernah direncanakan.
Mary Barra mengalami hal tersebut.
Ia bergabung dengan General Motors saat berusia 18 tahun sebagai mahasiswa magang teknik. Selama bertahun-tahun, kariernya berkembang di dunia yang sangat dekat dengan mesin, pabrik, dan operasional. Jalurnya terlihat jelas hingga suatu hari ia dipindahkan ke bidang Human Resources.
Bagi seseorang dengan latar belakang teknik dan operasi, perpindahan itu mungkin terasa seperti keluar dari jalur utama. Di industri otomotif yang identik dengan teknologi dan produksi, HR sering dianggap bukan tempat untuk membangun karier besar.
Namun Barra memilih melihatnya berbeda. Ia tidak menganggap posisi itu sebagai ruang tunggu sebelum kembali ke pekerjaan yang dianggap lebih penting. Ia menjalani peran tersebut dengan serius dan mulai memahami sesuatu yang sering terlupakan dalam bisnis: organisasi tidak hanya dibangun oleh mesin dan sistem, tetapi juga oleh manusia.
Melalui pengalaman di HR, Barra mempelajari bagaimana talenta berkembang, bagaimana pemimpin dibentuk, dan bagaimana budaya kerja memengaruhi keputusan perusahaan.
Salah satu perubahan yang ia lakukan terlihat sederhana, yaitu mengubah aturan berpakaian General Motors. Pedoman yang sebelumnya terdiri dari sepuluh halaman diringkas menjadi dua kata:
Dress appropriately.
Berpakaianlah secara pantas.
Bagi sebagian orang, aturan yang lebih singkat justru terasa membingungkan. Namun bagi Barra, tidak semua hal harus diatur secara rinci. Terkadang organisasi perlu memberi ruang agar orang menggunakan pertimbangan dan tanggung jawabnya sendiri.
Dari hal kecil itu terlihat cara berpikir yang lebih besar. Kepemimpinan bukan hanya tentang membuat aturan, tetapi juga membangun kepercayaan.
Pengalaman di HR akhirnya menjadi bekal penting bagi Barra. Teknik memberinya pemahaman tentang produk dan proses, sementara HR memberinya perspektif tentang manusia dan budaya organisasi.
Pada 2014, Mary Barra menjadi CEO General Motors dan mencatat sejarah sebagai perempuan pertama yang memimpin salah satu produsen otomotif besar Amerika Serikat.
Jalan menuju posisi itu ternyata tidak selalu berupa langkah naik. Ada bagian yang terlihat seperti belokan, bahkan mungkin seperti kemunduran.
Namun sering kali kita menilai sebuah perjalanan terlalu cepat.
Pekerjaan yang terasa tidak sesuai harapan, proyek yang tampak kecil, atau posisi yang membuat kita bertanya apakah sedang maju atau mundur, bisa saja sedang membangun kemampuan yang belum kita sadari.
Tidak semua jalan memutar akan membawa kita ke tempat yang lebih baik. Tetapi setiap pengalaman tetap dapat membentuk cara berpikir, memperluas kemampuan, dan mempersiapkan kita menghadapi kesempatan yang belum datang.
Kita memang tidak selalu bisa memilih ke mana hidup akan membelokkan jalan. Namun kita selalu memiliki pilihan tentang bagaimana menjalaninya.
Sebab bisa jadi, jalan yang hari ini terasa menjauh justru sedang menyiapkan kita untuk tiba di tempat yang selama ini kita tuju.















