Dua Cara Hidup Filsuf Dunia dalam Bekerja dan Berkarya

  • Bagikan
kebiasaan hidup filsuf dunia

LENSAKINI – Ada orang yang bekerja dengan tenang, ada juga yang bekerja dengan gelisah. Sejarah mencatat keduanya bisa sama-sama melahirkan karya besar.

René Descartes, filsuf abad ke-17 yang dikenal dengan kalimat “Aku berpikir, maka aku ada”, menjalani hidup dengan ritme yang tidak biasa. Ia tidak terburu-buru menyambut pagi.

Justru, ia sering bangun ketika hari sudah cukup tinggi. Bagi sebagian orang, itu tampak seperti malas. Namun bagi Descartes, itulah cara menjaga pikirannya tetap jernih.

Ia tidak langsung bangkit dari tempat tidur. Ada jeda yang ia jaga dengan sengaja. Dalam keheningan itu, ia membiarkan pikirannya bekerja perlahan, tanpa tekanan.

Dari kebiasaan sederhana itulah, gagasan-gagasan besar justru lahir. Ia percaya, pikiran tidak bisa dipaksa. Ia harus diberi ruang untuk bergerak dengan tenang.

Namun hidup tidak selalu memberi ruang yang sama. Ketika ia menerima undangan mengajar di Swedia, semuanya berubah. Jadwal yang ketat dan cuaca dingin memaksa tubuhnya bekerja di luar ritme yang biasa ia jalani.

  • Bagikan