Senior Manager Processing PTAR, Altur Tambun, mengatakan keberhasilan program tersebut menjadi bukti bahwa kolaborasi perusahaan dan masyarakat mampu menghadirkan solusi nyata dalam mengurangi sampah plastik sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan.
” Hari ini kita menyaksikan hasil kolaborasi yang mengubah sampah plastik menjadi ecobrick yang memiliki nilai manfaat. Program ini tidak hanya menghasilkan taman dan signage, tetapi juga membangun kesadaran masyarakat bahwa sampah plastik dapat dikelola menjadi sesuatu yang berguna, ” ujarnya.
Ia menjelaskan, program ini melibatkan Bank Sampah Yamantab sebagai pelaksana teknis yang bertanggung jawab melakukan sosialisasi, penyerapan ecobrick, hingga memastikan target 10.000 botol tercapai.
Dalam pelaksanaannya, Yamantab bekerja sama dengan empat bank sampah di Batangtoru, yakni Gocap, Satahi, Naposo Hamubaon, dan Rap Hita Paias.
” PTAR memberikan dukungan penuh melalui pendanaan, pendampingan, serta berbagai kegiatan edukasi yang mendorong masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam pengelolaan sampah plastik, ” ujarnya.
Program ecobrick juga tidak sekadar menekankan aspek pengelolaan sampah, tetapi juga mendorong perubahan perilaku masyarakat.
Dari yang semula membuang
sampah plastik rumah tangga, masyarakat kini terdorong untuk menyimpan,
mengolah dan mengubahnya menjadi ecobrick.
” Ini merupakan langkah penting
dalam menumbuhkan kepedulian kolektif terhadap masalah sampah plastik, ” katanya
Melalui program ini, masyarakat didorong mengubah kebiasaan membuang sampah plastik menjadi memilah, menyimpan, dan mengolahnya menjadi ecobrick.
” Perubahan perilaku tersebut diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun budaya pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular, ” tegasnya.














