Penulis Edhy Aruman edisi JAM 6 TENG – Ketika Hidup Tidak Berjalan sesuai Skenario
LENSAKINI – Hidup sering tidak berjalan sesuai rencana. Kita pernah mengatakan hal yang keliru, melewatkan kesempatan, atau terlambat menyadari betapa berharganya seseorang. Jika bisa mengulang satu hari, banyak dari kita mungkin ingin kembali hanya untuk mengubah satu hal kecil.
Sayangnya, hidup tidak memiliki tombol undo.
Richie dan Natalie Norton sangat memahami kenyataan itu. Putra mereka, Gavin, meninggal akibat pertusis ketika usianya baru 76 hari. Kehilangan itu terasa semakin berat karena sebelumnya adik laki-laki Natalie, yang juga bernama Gavin, meninggal mendadak pada usia 21 tahun. Dua kehilangan, dua orang tercinta, satu nama yang sama.
Dalam situasi seperti itu, mudah bagi siapa pun untuk tenggelam dalam kepahitan. Namun Richie dan Natalie memilih satu prinsip sederhana: better, not bitter. Mereka tidak dapat mengubah apa yang telah terjadi, tetapi mereka masih dapat memilih akan menjadi pribadi seperti apa setelahnya.
Kalimat itu terdengar sederhana, tetapi menjalaninya tidak mudah.
Tahun-tahun berikutnya tetap penuh ujian. Mereka pernah merawat tiga anak asuh yang ingin diadopsi, tetapi anak-anak itu akhirnya kembali kepada ibu biologis mereka. Natalie juga sempat mengalami stroke hingga kehilangan kemampuan berbicara dan ingatannya sebelum pulih. Putra mereka yang lain, Lincoln, pernah tertabrak pengemudi yang terdistraksi dan nyaris meninggal.
Dalam keadaan demikian, sangat manusiawi jika seseorang bertanya, “Mengapa ini terjadi kepada saya?” Kita sering berharap jawaban atas pertanyaan itu dapat meringankan rasa sakit. Namun tidak semua “mengapa” memiliki jawaban. Dan kalaupun ada, jawabannya belum tentu mengubah kenyataan.
Karena itu, mungkin ada pertanyaan yang lebih berguna: “Setelah ini terjadi, apa yang masih bisa saya lakukan?”
Di sinilah gagasan better, not bitter menjadi penting. Prinsip ini bukan berarti menganggap luka sebagai hal yang baik. Luka tetaplah luka, kehilangan tetaplah kehilangan. Namun kita tidak harus menyerahkan seluruh hidup kita kepada peristiwa buruk yang menimpa kita.














