Penulis Edhy Aruman edisi JAM 6 TENG – Kalau Besok Jabatan Kita Hilang
Ketika saya memberi judul buku saya Catatan Bekas Wartawan, seorang teman protes.
“Kenapa bekas? Wartawan itu profesi, bukan kaleng susu.”
Saya tertawa. Tetapi saya tetap memilih kata bekas. Sebab mantan adalah status, sementara bekas adalah jejak.
Begitu pula kepemimpinan. Jabatan bisa hilang dalam satu tanda tangan. Tetapi bekas seorang pemimpin bisa tinggal lama dalam diri orang-orang yang pernah dipimpinnya.
Bob Chapman, Chairman dan CEO Barry-Wehmiller, memahami itu melalui gagasan Truly Human Leadership. Baginya, manusia bukan sekadar angka, headcount, atau KPI. Mereka adalah manusia yang kehidupannya ikut dipengaruhi oleh cara kita memimpin.
Dalam sebuah forum CEO, Chapman pernah mendengar seorang CEO bercerita tentang sumbangan sekitar 120 juta dolar untuk beasiswa. Ia juga membimbing empat atau lima mahasiswa setiap tahun.
Chapman memujinya. Lalu bertanya, “Kalau Anda begitu peduli kepada empat atau lima mahasiswa itu, bagaimana dengan seratus ribu orang yang datang bekerja untuk Anda setiap hari?”
Pertanyaan itu sederhana, tetapi menohok. Kita kadang begitu peduli kepada orang di luar organisasi, tetapi lupa memanusiakan mereka yang setiap hari bekerja bersama kita.
Chapman kemudian mengubah cara pandangnya. Dari span of control menjadi span of care. Bukan lagi, “Berapa banyak orang yang saya kendalikan?” melainkan, “Berapa banyak manusia yang dipercayakan kepada saya?”














