Stabil Tapi Kurang Makmur, Pelajaran Ekonomi dari Turkiye vs Indonesia

  • Bagikan
Stabilitas makro vs kemakmuran Indonesia Turkiye

LENSAKINI – Selama bertahun-tahun, stabilitas makroekonomi dianggap tolok ukur utama kesuksesan suatu negara.

Rupiah yang relatif stabil, inflasi rendah, cadangan devisa aman, dan pertumbuhan ekonomi konsisten sering dipandang sebagai bukti ekonomi sehat.

Namun, data 2021-2026 menunjukkan paradoks mengejutkan. Indonesia, yang berhasil menjaga stabilitas, justru tertinggal dalam hal kemakmuran jika dibandingkan dengan Turkiye, negara yang mengalami inflasi kronis dan depresiasi mata uang hampir 406%.

Rupiah melemah sekitar 23% dalam lima tahun terakhir, sementara Lira Turkiye ambruk dari 8,89 menjadi 45 per dolar AS. Inflasi Indonesia tetap rendah, rata-rata 3%, sedangkan Turkiye mencatat inflasi rata-rata 43,8%, bahkan sempat menembus 72%.

Secara teori, Indonesia seharusnya lebih sejahtera tetapi kenyataannya berbeda.

Pendapatan per kapita Indonesia hanya naik 36,8%, dari USD 4.349 menjadi USD 5.950.

Turkiye, meski menghadapi krisis makro, berhasil meningkatkan pendapatan per kapita 91,5%, dari USD 9.661 menjadi USD 18.500. Human Development Index (HDI) Turkiye juga lebih unggul: 0,870 dibandingkan 0,732 di Indonesia.

Apa rahasianya? Struktur ekonomi. Turkiye memiliki industri manufaktur, otomotif, elektronik, dan pariwisata yang produktif.

  • Bagikan