LENSAKINI – Di tengah kekacauan ekonomi dan krisis energi, wajah sebenarnya kekuasaan di Kuba kini semakin jelas: bukan Partai Komunis, bukan parlemen, dan bukan rakyat. Yang memegang kendali ekonomi dan politik adalah militer, melalui konglomerasi tertutup bernama GAESA.
GAESA menguasai hotel, pelabuhan, perdagangan ritel, properti, logistik, ekspor-impor, dan sektor pariwisata strategis yang menjadi sumber devisa utama negara.

Diperkirakan antara 40–70 persen ekonomi nasional berada di tangan elite militer dan keluarga politik yang berputar di sekitar GAESA. Artinya sederhana: siapa yang menguasai GAESA, menguasai Kuba.

Dalam praktiknya, kontrol ini bersifat patrimonial. Raúl Castro menunjuk menantunya sendiri untuk memimpin GAESA, dan meski sang pimpinan meninggal, jaringan keluarga dan militer tetap mempertahankan pengaruh.
Kekuasaan diwariskan bak monarki modern, dibalut bahasa revolusi dan sosialisme.



















