Wamendagri Buka Data Pahit, Hampir Separuh WNI Tak Mampu Beli Makanan Sehat

  • Bagikan
Penduduk Indonesia tak mampu beli makanan sehat

MEDAN (LENSAKINI) – Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto mengungkapkan 43,5 persen penduduk Indonesia belum mampu membeli makanan sehat.

Kondisi tersebut dinilai menjadi persoalan serius karena berkaitan langsung dengan kualitas gizi dan masa depan generasi Indonesia.

Pernyataan itu disampaikan Bima saat membuka Forum Pangan Nasional yang digelar Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia atau APEKSI di Hotel Grand Inna Medan, Senin (29/6/2026).

“43,5 persen penduduk Indonesia nggak mampu beli makanan sehat. Bayangkan, hampir setengahnya ini. Hampir setengahnya nggak mampu untuk membeli makanan sehat. Mungkin inilah yang termasuk generasi seblak, cilok, cireng, dan lain-lain itu,” ujar Bima.

Menurut Bima, persoalan pangan tidak cukup dilihat dari sisi produksi. Pemerintah juga perlu memperhatikan makanan yang benar-benar dikonsumsi masyarakat sehari-hari.

“Itu tadi yang menengah ke bawah, yang menengah ke atas condong ke junk food dan lain-lain. Ia jadi beban gizi kota. Tingkat obesitas naik 50 persen sejak 2007. Jadi ini bukan sebatas produksi, tetapi ini pola konsumsi, edukasi, dan lain-lain. Bukan sekadar statistik-statistik yang dipaparkan oleh para profesor dan para politisi, tapi yang ada di mejanya makanan apa,” katanya.

  • Bagikan