PADANGSIDIMPUAN-Fraksi Gerakan Persatuan Demokrat Indonesia Raya pertanyakan capaian target Pendapatan Asli Daerah (PAD) selama tahun 2025 di Padangsidimpuan.
“Khususnya sektor-sektor yang belum mencapai target. Apa kendala yang dihadapi dan strategi pemerintah untuk meningkatkan PAD pada tahun anggaran berikutnya,”ujar Nurainun anggota Fraksi Gerakan Persatuan Demokrat Indonesia Raya.
Fraksi gabungan yang terdiri dari Partai Gerindra, Demokrat dan Perindo itu juga meminta tentang efektivitas belanja daerah, terutama belanja yang berkaitan langsung dengan pelayanan masyarakat, infrastruktur, pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi.
“Apakah seluruh program telah mencapai indikator kinerja yang ditetapkan, mengapa indikator kerja pada program wajib yang tidak tercapai,”ungkap Ainun saat membacakan pandangan umum fraksi terhadap nota / buku pertanggungjawaban pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025, Selasa (30/6).
Tak lupa, Fraksi Gerakan Persatuan Demokrat Indonesia Raya mengapresiasi Pemkot Padangsidimpuan yang meraih opini wajar tanpa pengeculian (WTP) atas LKPD OPD Padangsidimpuan tahun anggaran 2025 dari BPK Perwakilan provinsi Sumatera Utara.
“Namun raihan bukan tujuan akhir. keberhasilan ekonomi daerah yang sesungguhnya tidak diukur di atas meja auditor BPK, melainkan di dapur-dapur rumah tangga masyarakat,”imbuhnya














