Kepemimpinan Sejati Antara Tekanan Kejujuran dan Integritas

  • Bagikan
kepemimpinan sejati antara tekanan kejujuran dan integritas

LENSAKINI – Kepemimpinan di dunia modern tidak hanya berbicara tentang kemampuan mengatur strategi dan mencapai target tetapi juga tentang bagaimana seseorang bertahan di tengah tekanan yang terus meningkat di lingkungan kerja global.

Di berbagai perusahaan besar dunia tekanan untuk mencapai target sering kali menjadi ujian berat bagi para pemimpin dan eksekutif kondisi ini tidak jarang membuat sebagian orang mengambil jalan pintas demi mempertahankan posisi dan reputasi.

Pada tahun 2015 di Jepang sebuah kasus di perusahaan besar Toshiba menjadi perhatian dunia ketika tekanan target keuntungan yang tidak realistis diduga mendorong terjadinya manipulasi laporan keuangan dalam jangka waktu panjang. hal ini berujung pada krisis kepercayaan dan pengunduran diri sejumlah pimpinan puncak.

Dalam catatan otoritas keuangan Jepang budaya kerja yang sangat hierarkis turut memperkuat kondisi dimana bawahan sulit menolak arahan atasan sehingga kesalahan kecil dapat berkembang menjadi pelanggaran besar yang dilakukan secara berulang.

Beberapa tahun kemudian dunia kembali dikejutkan oleh kasus Carlos Ghosn yang pernah dikenal sebagai tokoh sukses dalam industri otomotif global sebelum akhirnya ditangkap di Jepang atas dugaan pelanggaran keuangan. kasus ini menjadi gambaran bagaimana kekuasaan yang terlalu lama dapat mengaburkan batas moral dan tanggung jawab.

Namun tidak semua kisah kepemimpinan berakhir dengan kegagalan di tempat lain terdapat contoh pendekatan yang berbeda yang lebih menekankan kejujuran dan kesadaran diri.

Pada tahun 2019 seorang eksekutif di perusahaan Best Buy di Amerika Serikat menerima tawaran besar untuk menjadi calon pemimpin utama perusahaan tersebut namun ia memilih untuk menyampaikan keraguannya melalui sebuah memo panjang kepada atasannya sebagai bentuk kejujuran atas kesiapan dirinya.

Tindakan tersebut justru dipandang sebagai nilai positif oleh pimpinan perusahaan karena menunjukkan kerendahan hati dan kesadaran untuk terus belajar sehingga ia tetap dipercaya untuk memimpin perusahaan tersebut.

  • Bagikan