Hal senada disampaikan Ketua MGEI, Rosalyn Wuliandhary, bahwa, ia menilai kemampuan menghubungkan geosains, keputusan teknis dan dampak lingkungan semakin penting seiring meningkatnya tuntutan terhadap praktik pertambangan yang bertanggung jawab.
“ Kita membutuhkan generasi yang tidak hanya kuat dalam geosains atau mining, tetapi mampu berpikir secara integratif, menghubungkan geosains, mining, processing, teknologi, ekonomi, lingkungan dan masyarakat, ” tuturnya.
Kepala Pusat Sumber Daya Mineral, Batubara dan Panas Bumi Kementerian ESDM, Agung Pribadi, mengatakan pengembangan kompetensi geosains yang terintegrasi membutuhkan kolaborasi antara akademisi, dunia usaha dan asosiasi profesi.















