MEDAN-Sekretaris Fraksi NasDem DPRD Sumatera Utara, Roby Agusman Harahap, menegaskan untuk mengawal realisasi anggaran Rp8 miliar yang telah dialokasikan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara untuk Rehabilitasi dan Peningkatan Daerah Irigasi (DI) Ujung Gurap/Batunadua pada APBD Sumut Tahun 2026.
Menurut legislator dari Dapil Sumut VII itu, pembangunan irigasi tersebut bukan sekadar proyek infrastruktur biasa, melainkan kebutuhan mendesak yang menyangkut kehidupan ribuan masyarakat dan petani di Kecamatan Padangsidimpuan Batunadua.
“Ini adalah kebutuhan vital masyarakat. Daerah Irigasi Ujung Gurap menjadi sumber pengairan bagi satu kelurahan dan tujuh desa. Karena itu kami akan mengawal anggaran ini hingga pembangunan benar-benar terealisasi dan dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tegas Roby saat dihubungi melalui pesan WhatsApp nya, Selasa (9/6/2026).
Roby mengungkapkan, perjuangan menghadirkan kembali pembangunan irigasi Ujung Gurap bukanlah hal yang instan. Aspirasi masyarakat terkait kerusakan bendung dan terganggunya jaringan irigasi telah lama disuarakan kepada pemerintah provinsi karena berdampak langsung terhadap produktivitas pertanian warga.
“Sejak awal kami sudah memperjuangkan agar perbaikan irigasi ini menjadi prioritas pemerintah. Alhamdulillah, tahun ini anggarannya sudah tersedia. Ini merupakan kabar baik bagi masyarakat yang selama bertahun-tahun menunggu kepastian,” katanya.
Masuknya anggaran Rp8 miliar tersebut dinilai menjadi bukti bahwa aspirasi masyarakat Batunadua akhirnya mendapat perhatian serius dari Pemerintah Provinsi Sumatera Utara.
Selain anggaran fisik rehabilitasi dan peningkatan irigasi, Dinas Sumber Daya Air Sumut juga telah mengalokasikan dana untuk konsultan pengawasan dan penyusunan DED rehabilitasi bendung.
Meski demikian, Roby mengingatkan bahwa proses pembangunan masih harus melalui tahapan administrasi dan tender. Untuk itu, ia meminta masyarakat tidak mudah terpengaruh oleh berbagai spekulasi dan tetap bersabar menunggu proses berjalan.
“Insya Allah tahun ini akan diperbaiki. Kami memahami keresahan masyarakat karena sudah terlalu lama menunggu. Namun saat ini yang terpenting adalah anggaran sudah tersedia. Tugas kami selanjutnya memastikan prosesnya berjalan dan proyek ini tidak lagi tertunda,” ujarnya.
Roby menegaskan dirinya akan terus melakukan pengawasan agar program yang telah dianggarkan tersebut tidak mengalami kendala dalam pelaksanaannya.
“Kami tidak ingin masyarakat hanya mendengar janji. Karena itu kami akan terus mengawal dari tahap tender hingga pelaksanaan di lapangan. Harapan petani Batunadua harus menjadi kenyataan,” pungkasnya.
Diketahui, Daerah Irigasi Ujung Gurap merupakan salah satu sumber pengairan utama bagi lahan pertanian di wilayah Batunadua. Kerusakan yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir menyebabkan ratusan hektare sawah mengalami kesulitan air sehingga berdampak terhadap hasil panen dan pendapatan petani.
Dengan dialokasikannya anggaran Rp8 miliar pada APBD Sumut 2026, masyarakat kini menaruh harapan besar agar persoalan yang telah berlangsung bertahun-tahun tersebut segera berakhir.













