JAKARTA (LENSAKINI) – Bupati Langkat Syah Afandin tiba di Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK, Jakarta Selatan, Jumat (3/7/2026) siang.
Ia dibawa ke kantor lembaga antirasuah setelah terjaring operasi tangkap tangan atau OTT KPK di wilayah Sumatera Utara.
Berdasarkan pantauan di lokasi, Syah Afandin tiba menggunakan mobil minibus hitam sekitar pukul 14.22 WIB. Namun, ia tidak diturunkan di area depan gedung. Mobil yang membawanya langsung menuju basement Gedung Merah Putih KPK.
“Bupati Langkat, salah satu yang diamankan dalam peristiwa tertangkap tangan ini, sudah tiba di gedung KPK Merah Putih, sekitar pukul 14.30 WIB,” kata Juru Bicara KPK dalam keterangannya.
“Yang bersangkutan selanjutnya akan menjalani pemeriksaan lebih lanjut,” sambungnya.
KPK menyebut operasi senyap tersebut berkaitan dengan dugaan suap proyek di sejumlah dinas di lingkungan Pemerintah Kabupaten Langkat. Proyek yang didalami berada di Dinas Pendidikan serta Dinas Perumahan dan Permukiman atau Perkim Kabupaten Langkat.
“Adapun perkara ini diduga terkait dengan suap proyek-proyek di Dinas Pendidikan dan juga Dinas Perkim (perumahan dan permukiman) Kabupaten Langkat,” kata Budi kepada wartawan, Jumat (3/7/2026).














