Meski begitu, proses evakuasi dua jenazah terakhir sempat mengalami kendala karena posisi korban tertimbun material vulkanik dengan ketebalan dan kedalaman signifikan.
Kepala Kantor SAR Ternate, Iwan Ramdani, menjelaskan kedua korban WNA ditemukan pada pukul 13.00 WIT sekitar 13 meter arah utara dari lokasi pertama kali sinyal darurat ditangkap oleh Basarnas Command Center. Kedua korban ditemukan dalam satu titik yang sama dengan kondisi tubuh sudah tidak utuh akibat tertimpa batu besar saat terjadi erupsi.

“Korban ditemukan dalam posisi saling berpelukan dan terhimpit batu besar,” ujarnya.

Selain tiga korban meninggal dunia, sebanyak 15 orang lainnya berhasil ditemukan dalam kondisi selamat, terdiri dari WNA asal Singapura dan WNI.
Dua korban selamat, RS dan JA, turut membantu tim SAR gabungan dengan memberikan informasi terkait jalur pendakian dan titik terakhir keberadaan korban sebelum terjadi situasi darurat akibat erupsi.
Evakuasi dan identifikasi korban erupsi Gunung Dukono ini menjadi penutup operasi SAR gabungan yang berlangsung intens, memastikan seluruh korban ditemukan dan selamatnya warga lainnya terpantau dengan baik.



















