Membaca Nilai Islam dalam Tradisi STM Tapanuli Selatan

  • Bagikan
Nilai Islam dalam Tradisi STM Tapanuli Selatan

Ditulis oleh Dr. Nofinawati, S.E.I., M.A. seorang pengamat ekonomi Islam dan dosen Perbankan Syariah

Setiap daerah memiliki adat dan budaya yang menjadi identitas sekaligus pedoman dalam kehidupan masyarakat. Adat tidak hanya berupa kebiasaan yang diwariskan dari generasi ke generasi, tetapi juga mengandung nilai-nilai sosial yang mengatur hubungan antarmanusia.

Salah satu kearifan lokal yang menarik dalam kehidupan masyarakat Tapanuli Selatan adalah Sumbangan Tolong Menolong (STM), khususnya ketika seseorang atau sebuah keluarga mengalami musibah.

Ketika terjadi musibah, seperti kematian, sakit, kecelakaan, atau keadaan lain yang menyebabkan keluarga mengalami kesulitan, masyarakat hadir memberikan bantuan.

Bantuan dapat berupa uang, barang, tenaga, maupun dukungan moral. Praktik tersebut menunjukkan bahwa musibah seseorang tidak dipandang semata-mata sebagai persoalan pribadi, tetapi sebagai keadaan yang patut mendapatkan perhatian dan kepedulian bersama.

STM memiliki hubungan yang erat dengan nilai-nilai Dalihan Na Tolu, yaitu sistem kekerabatan masyarakat Tapanuli Selatan yang terdiri atas kahanggi, mora, dan anak boru.

Dalihan Na Tolu tidak hanya mengatur hubungan kekeluargaan, tetapi juga menjadi landasan dalam kehidupan sosial masyarakat.

Dalam suasana kegembiraan (siriaon) maupun kedukaan (siluluton), hubungan kekerabatan tersebut menjadi dasar bagi masyarakat untuk saling hadir, membantu, dan menjaga kebersamaan.

Dalam konteks musibah, STM dapat dipahami sebagai salah satu bentuk nyata dari semangat tersebut. Masyarakat secara bersama-sama berusaha meringankan beban keluarga yang sedang menghadapi kesulitan.

Karena itu, makna STM sesungguhnya tidak terletak pada besar kecilnya nominal yang diberikan, melainkan pada kehadiran, kepedulian, keikhlasan, dan kesediaan untuk berbagi beban.

STM juga merupakan bentuk gotong royong yang khas. Gotong royong tidak selalu harus diwujudkan dalam bentuk pekerjaan fisik. Memberikan bantuan finansial kepada keluarga yang tertimpa musibah juga merupakan bentuk gotong royong karena seseorang ikut mengambil bagian dalam menyelesaikan persoalan yang sedang dihadapi orang lain.

  • Bagikan