Rupiah Mendekati Rp18.000: Haruskah Indonesia Meniru Habibie atau Mahathir

  • Bagikan
strategi stabilisasi Rupiah Indonesia

Keduanya berbeda Habibienomic menekankan trust, Mahathirnomic menekankan kendali. Dalam konteks 2026, Indonesia lebih terintegrasi dengan pasar global, sehingga kontrol ekstrem berisiko memicu kepanikan.

Pendekatan ala Habibie lebih kompatibel, tapi sebagian strategi proteksi ala Mahathir bisa digunakan secara selektif untuk menghadapi spekulasi ekstrim.

Intinya, Indonesia butuh kombinasi keduanya menenangkan pasar dan menjaga kredibilitas, sekaligus siap melakukan proteksi terukur.

Stabilitas mata uang tidak hanya soal angka, tapi soal psikologi pasar dan struktur kebijakan yang tepat.

Rupiah bisa dijaga tanpa mengorbankan kendali nasional kepercayaan dan proteksi harus berjalan beriringan.

  • Bagikan